Sunday, April 2, 2023

Imam Ahmad Hanbali dan Penjual Roti

Dasyatnya Fadhilah Istighfar 

Imam Ahmad bin Hanbal adalah salah satu murid Imam Syafi'i dikenal juga sebagai Imam Hanbali. Pada usia yang sudah tua, ia bercerita, suatu waktu tanpa tahu alasannya tiba-tiba ingin ke kota di Irak. Padahal tidak ada janji ataupun hajat di sana.

 Akhirnya Imam AhmadHanbal pergi sendiri menuju ke kota Bashrah, Irak. Ia bercerita saat tiba di sana waktu Isya, kemudian ikut sholat berjamaah Isya di masjid. Hatinya terasa tenang, kemudian istirahat di masjid. 

 Begitu selesai sholat dan jamaah bubar, Imam Ahmad Hanbal ingin tidur di masjid. Tiba-tiba marbot masjid datang menemui Imam Ahmad sambil bertanya, "Mengapa syekh (panggilan untuk orang tua), mau apa di sini?"  

Marbot tidak tahu kalau yang ditegurnya adalah Imam AhmadHanbal. Imam Ahmad Hanbal pun tidak memperkenalkan dirinya. Di Irak semua orang kenal Imam Ahmad Hanbal sebagai seorang ulama besar dan ahli hadits. Sosok ulama yang sangat saleh dan zuhud. Zaman itu tidak ada foto sehingga orang tidak tahu wajahnya, hanya tahu namanya sudah terkenal.   

 Imam Ahmad Hanbalmenjawab, "Saya ingin istirahat, saya musafir." Marbot berkata, "Tidak boleh, tidak boleh tidur di masjid." 

Imam Ahmad Hanbal melanjutkan ceritanya, "(Di masjid itu) saya didorong-dorong oleh orang (marbot) itu, disuruh keluar dari masjid, setelah keluar masjid, maka dikuncilah pintu masjid." 

Setelah diusir dari dalam masjid, Imam Ahmad Hanbal ingin tidur di teras masjid. Ketika sudah berbaring di teras masjid, marbutnya datang lagi dan marah-marah kepada Imam Ahmad Hanbal.  

Marbot itu mengatakan, "Mau apa lagi syekh?" Imam Ahmad Hanbal menjawab, "mau tidur, saya musafir." Marbot masjid menimpali, "di dalam masjid tidak boleh, di teras masjid juga tidak boleh."

Setelah itu Imam Ahmad Hanbal diusir bahkan didorong dari teras masjid sampai ke jalanan.  Di samping masjid ada penjual roti yang rumahnya kecil, di rumah itu ia membuat dan menjual roti. Penjual roti itu sedang membuat adonan,melihat kejadian Imam Ahmad Hanbal didorong-dorong oleh marbot ke jalan.  

Saat Imam Ahmad Hanbal sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh dan mengajaknya menginap di rumahnya. Imam Ahmad Hanbal bersedia dengan ajak menginap itu. 

 

Imam Ahmad Hanbal masuk ke rumah penjual roti, duduk di belakangnya yang sedang membuat roti. Imam Ahmad Hanbal masih tidak memperkenalkan dirinya, ia layaknya seorang musafir. 

Penjual roti ini perilakunya lain daripada umumnya, kalau Imam Ahmad Hanbal tidak mengajak berbicara, ia terus membuat adonan roti sambil membaca istighfar. Kalau diajak bicara baru menjawab seperlunya. 

Saat meletakkan garam membaca Astaghfirullah, memecahkan telur membaca Astaghfirullah, mencampur gandum membaca Aastaghfirullah. Ia selalu mengucap istighfar.

Imam Ahmad Hanbal memperhatikan terus, lalu bertanya, "Sudah berapa lama kamu lakukan ini (membaca istighfar setiap saat)?" Penjual roti menjawab, "Sudah lama sekali syekh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan ini."

Imam Ahmad Hanbal bertanya lagi, "Apa hasil dari perbuatanmu ini?" Penjual roti menjawab, "Hajat yang saya minta pasti dikabulkan Allah, semua yang saya minta kepada Allah langsung diterima."

Penjual roti menambahkan, "Semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yang belum Allah kabulkan." Imam Ahmad Hanbal penasaran kemudian bertanya, "Apa itu?" 

Penjual roti menjawab, "Saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan Imam Ahmad Hanbal." 

Seketika itu juga Imam Ahmad bertakbir. Kemudian berkata, "Allah telah mendatangkan saya jauh dari Baghdad ke Bashrah, bahkan sampai didorong-dorong marbot masjid itu sampai ke jalanan karena istighfar yang kamu lakukan."

Penjual roti terperanjat dan memuji Allah, karena ternyata yang di depannya adalah Imam Ahmad Hanbal. Sosok yang sangat ingin ditemuinya.

 Wallohu'alam 

 

 


0 comments:

Post a Comment